Yen Jepang menguat ke bawah level 149 per Dolar AS, atau menguat lebih lanjut dari posisi terendah 11 bulan setelah data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan meredam spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya lebih lanjut pada tahun ini.
Yen juga sempat menguat sekitar 1.7% menjadi 147.3 pada perdagangan awal pekan ini, di mana para investor menduga hal tersebut disebabkan oleh intervensi pemerintah Jepang.
Terlepas dari adanya dugaan tersebut, sebuah data yang dirilis oleh Bank of Japan (BoJ) mengindikasikan bahwa mereka tidak melakukan operasi pembelian Yen, terutama ketika nilai Yen anjlok ke atas level 150 per Dolar AS pada hari Selasa (3 Oktober) kemarin.
Reuters juga menyatakan bahwa hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh rate check BoJ selama sesi New York, sehingga membuat sejumlah bank yang biasa menangani intervensi menjual USD/JPY secara masal.
Kendati demikian, Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki baru-baru ini memperingatkan bahwa ia tengah mengamati pergerakan mata uang secara “hati-hati”.