Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi dan saat ini diperdagangkan di atas level $4500 per troy ons. Kenaikan ini dipicu oleh menguatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut serta memanasnya tensi geopolitik global.
Dari sisi data ekonomi Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi AS pada Q3 2025 masih menunjukkan kinerja yang solid. Produk Domestik Bruto (PDB) AS tercatat tumbuh lebih tinggi dari periode sebelumnya. Di saat yang sama, data ketenagakerjaan mengindikasikan bahwa penciptaan lapangan kerja masih berlanjut meski dengan laju yang mulai melambat secara bertahap.
Para investor saat ini masih memperhitungkan kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun 2026, seiring dengan turunnya tingkat inflasi dan melemahnya pasar tenaga kerja. Di sisi lain, para pejabat The Fed masih memiliki perbedaan pandangan terkait arah kebijakan moneter di masa mendatang.
Memanasnya tensi geopolitik turut mendongkrak permintaan aset safe haven seperti emas. Situasi di Venezuela menjadi sorotan setelah Amerika Serikat melakukan pemblokadean terhadap kapal tanker minyak negara tersebut. Langkah ini meningkatkan risiko geopolitik dan menimbulkan kekhawatiran di pasar komoditas global.
