BerandaBeritaHarga Minyak Bergerak Volatil Usai AS Serang Venezuela dan Tangkap Maduro

Harga Minyak Bergerak Volatil Usai AS Serang Venezuela dan Tangkap Maduro

Harga minyak bergerak fluktuatif pada awal perdagangan pekan ini seiring memanasnya tensi geopolitik di kawasan Amerika Latin. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat turun ke bawah level $57 per barel, sebelum akhirnya berbalik menguat. Pergerakan ini terjadi ketika para investor mencermati dampak serangan Amerika Serikat ke Venezuela yang diikuti dengan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Para investor tengah menimbang potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan tersebut, mengingat Venezuela merupakan negara dengan jumlah cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Meski demikian, sejumlah analis menilai dampaknya terhadap pasar global akan terbatas. Produksi minyak Venezuela saat ini dilaporkan berada di bawah 1 juta barel per hari, atau kurang dari 1 persen dari total pasokan minyak dunia, sehingganya dampaknya dalam jangka pendek dinilai tidak akan signifikan.

Namun, pandangan yang berbeda juga turut muncul. Beberapa pengamat memperingatkan bahwa harga minyak berpeluang naik pada akhir tahun ini. Kekhawatiran tersebut didasari oleh kemungkinan meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat terhadap negara-negara yang dianggap sebagai lawan, termasuk Iran, sehingga berpotensi memperketat pasokan minyak global.

Di sisi lain, Amerika Serikat dikabarkan telah mendorong perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk berperan dalam upaya menghidupkan kembali industri minyak Venezuela. Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari skema kompensasi bagi perusahaan AS yang asetnya pernah dinasionalisasi oleh pemerintah Venezuela sekitar dua dekade lalu.

Baca Juga