Harga minyak mentah WTI naik ke atas level $69 per barel, ditopang oleh belum meredanya kekhawatiran seputar pasokan serta anjloknya persediaan minyak mentah AS.
Pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah perintah untuk mengenakan tarif sebesar 25% kepada negara yang membeli minyak dari Venezuela, sehingga dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap pasokan minyak ke beberapa negara, khususnya China, India, dan Spanyol.
Trump juga memberikan tambahan waktu bagi Chevron untuk menutup operasionalnya di Venezuela hingga 27 Mei, di mana keputusan ini diprediksi akan membuat produksi minyak Venezuela turun sekitar 200,000 barel per hari.
Sementara itu, API melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu turun sekitar 4.6 juta barel – jauh lebih tinggi dari perkiraan turun 2.5 juta barel.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak dibatasi oleh adanya kesepakatan antara Ukraina dan Rusia untuk menghentikan serangan laut dan serangan terhadap sektor energi, dan AS sepakat untuk memberikan keringanan sanksi terhadap Rusia – sebuah langkah yang berpotensi meningkatkan ekspor minyak Rusia.
